Feeds:
Posts
Comments

Dendang-Dendang Singkil

Evi saptriyawati

Dendang-dendang Aceh merupakan suatu kesenian asli Aceh yang berasal dari Singkil, Kabupaten Aceh Singkil. Dendang sendiri memiliki arti menghibur, merayu, melalaikan seseorang sehingga orang tersebut terpesona dan terlena. Ini merupakan kesenian hasil perpaduan seni suara dan tari, sehingga dinamakan “Dendang-dendang” . Bahasa yang digunakan adalah bahasa Singkil. Untuk melaksanakan dendang-dendang secara adat dengan membawa cerana (tempat sirih) dengan hiasan pembalutnya kain kuning. Cara ini hampir mirip dengan tarian Ranup Lampuan yang ditarikan dengan cerana juga.

Zaman dahulu tarian ini hanya dapat ditarikan pada acara perkawinan saja, tapi sekarang sudah menjadi kesenian rakyat, yang dapat dipergelarkan dalam acara-acara kesenian lainnya. Tarian ini terdiri dari rangkaian beberapa babak seni suara dan tari.

  1. “Tari Adok” (Adat) sebagai pembukaan yang dimainkan oleh 4 orang pemuda memakai selendang yang terletak dibahunya sebagai penghias tari, diiringi dengan suara yang dinyanyikan oleh anak dendang-dendang, yang dinamakan “tukang tapik”. Motif dari tarian ini adalah mengagung-agungkan kebesaran dari mempelai laki-laki/ perempuan yang sedang menaiki jenjang perkawinan seolah-olah mereka adalah raja.
  2. “Tari Bungkus” (Tari Sapu Tangan) dengan lagu anak ikan dimakan ikan, dimainkan oleh 4 orang pemuda memegang saputangan dan anak dendang-dendang, sebagai penghormatan terhadap pengantin dan para undangan.
  3. “Tari Pulo Pinang” yang ditarikan oleh seorang pemuda kaya, seorang pemuda miskin, kedua-duanya Continue Reading »
Advertisements

Mengenal Kebudayaan

Evi saptriyawati

Kebudayaan terdiri dari kata Budaya yang diberikan imbuhan ke- di awal kata tersebut.  Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia, Budaya memiliki arti pikiran dan akal budi. Sedangkan Kebudayaan itu sendiri memiliki 3 arti, pertama: segala sesuatu yang dilakukan oleh manusia sebagai hasil pemikiran dan akal budinya. Kedua: Kebudayaan juga diartikan bentuk peradaban sebagai hasil akal budi manusia, dan yang ketiga: ilmu pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial yang dimanfaatkan untuk kehidupannya dan memberikan manfaat kepadanya. Orang yang berkecimpung dalam bidang kebudayaan dan merupakan seorang pakar budaya disebut Budayawan.

Manusia berbudaya dan kemudian berkebudayaan. Ia membangun dirinya, alam sekitarnya, masyarakat, dan bangsanya. Yang pada akhirnya manusi tersebut melakukan pembangunan. Berbudaya menunjukkan bahwa manusia itu membangun yang akhirnya berbudaya. Manusia tidak dapat dipisahkan dari kebudayaan dan pembangunan, karena manusia terlibat didalamnya. Hakikat dari pembangunan adalah mewujudkan sesuatu yang lebih baik dan bermanfaat. Hakikat dari kebudayaan sendiri adalah perwujudan sesuatu yang memberi manfaat bagi manusia. Semakin sempurna kebudayaan yang dihasilkan, akan semakin membawa manusia kepada peradaban hidup yang tinggi yang akan memberikan kesejahteraan kepadanya. Demikian kebudayaan dan pembangunan bukan sesuatu ynag terpisah, melainkan berjalin erat satu sama lain, yang keduanya berpangkal kepada faktor manusia, faktor yang teramat penting dalam segala hal.

Konsep yang luas daripada kebudayaan menunjukkan kepada segenap aspek kehidupan manusia. Akan tetapi konsep yang sempit daripada kebudayaan itu dibatasi kepda pengertian bahwa kebudayaan adalah salah satu aspek saja daripada kehidupan. Dan konsep ini bermakna bahwa kebudayaan itu adalah seni budaya.