Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘Dang Deria’

Evi saptriyawati

Hikayat dang deria merupakan salah satu peninggalan kesusteraan lama yang masih hidup ditengah-tengah masyarakat terutama  di Kecamatan Manggeng, Tangan-tangan, Blangpidie dan di beberapa tempat lainnya. Yang menuturkan hikayat ini dalam bahasa Aceh disebut (daerah) disebut Tukang Peugah Haba. Perannya adalah sebagai pelipur dan penghibur masyarakat dengan cerita yang didendangkan disertai dengan mimik, panto-mimik, dan lain-lain.

Salah satu penutur terkenal pada masanya adalah Mak Lape yang berdomisili di Kecamatan  Manggeng. Namun saya tidak tahu apakah beliau masih hidup atau tidak. Mak Lape dapat melantunkan Hikayat tersebut dengan bahasa berirama dan variasi-variasi serta tamsilan-tamsilannya tanpa buku. Panjang hikayat dang deria yang sebenarnya jika dilantunkan akan memakan waktu tujuh malam berturut-turut. Alat yang biasa digunakan adalah pedang pelepah kelapa, bantal, dan “keutrib jaro”.

Hikayat ini sering dilantunkan pada tempat-tempat perkawinan, sunat Rasul, dan lain-lain. Tukang Peugah Haba atau sang pelantun hikayat tersebut diundang dan dijemput, dan diberikan hadiah dengan jumlah yang telah disepakati sebelumnya oleh kedua belah pihak. Walaupun isi dari hikayat tersebut berupa dongeng-dongeng yang bersifat irasional (tidak rasional), namun banyak sekali nasehat dan petunjuk-petunjuk untuk semua golongan dan tingkatan kehidupan manusia.

Advertisements

Read Full Post »